Panduan & tips liburan ke Labuan Bajo yang harus dibaca sebelum akan berangkat

Panduan & tips liburan ke Labuan Bajo yang harus dibaca sebelum akan berangkat

Di mana ulang kamu bisa bermalam di atas kapal di tengah laut, menikmati keindahan bermacam pulau-pulau eksotis, bersantai pantai berpasir pink, dan juga bersua satwa purba yang super langka di dalam satu kunjungan? Ya, seluruh itu cuma bisa kamu menikmati di Labuan Bajo!
Daerah di ujung barat Pulau Flores, NTT ini memang terkenal sebagai surganya liburan tropis bersama alam yang tetap natural. Kalau pantai-pantai terkenal di Bali selamanya dipenuhi oleh turis saat musim liburan, maka di tempat Labuan Bajo suasananya nyaris tidak sama 180 derajat. Pantai-pantai di sini rasanya layaknya pantai pribadi.
Oh ya, walaupun kedengarannya Labuan Bajo lumayan terpencil, tapi di dalam sebagian tahun belakangan ini pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata di sini terbilang benar-benar pesat. Makanya jangan heran jikalau kamu nanti menjumpai gerai Starbucks, KFC, hingga Kopi Janji Jiwa di sini! (sekarang lebih-lebih udah ada sarana GrabFood termasuk https://www.gumilangtour.com/

Berwisata Saat Pandemi
Apakah kamu tetap waswas untuk bepergian di musim pandemi? Sebagai satu dari empat Destinasi Super Prioritas Indonesia tak sekedar Danau Toba, Borobudur, dan Mandalika, Labuan Bajo pastinya udah benar-benar siap untuk terima kunjungan para wisatawan – terutama di musim pandemi layaknya sekarang.

Photo Via TripCanvas
Salah satu kesiapan itu adalah bersama penerapan standar protokol kebugaran CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.
Untuk sadar lebih lanjut pada protokol kebugaran di bandara, destinasi, restoran maupun hotel, sebagian saat selanjutnya tim dari TripCanvas lebih-lebih berkesempatan mampir ke Labuan Bajo pada pertengahan November silam untuk melihatnya secara langsung.

Photo Via TripCanvas
Selama berada 5H4M di Labuan Bajo, bisa dibilang kami jadi protokol kebugaran di sini benar-benar diterapkan bersama benar-benar baik. Hampir di seluruh destinasi, hotel, dan tempat makan yang kami kunjungi, pengunjung diwajibkan untuk mengukur suhu dan laksanakan 3M (Memakai masker, membersihkan tangan, memelihara jarak). Bahkan untuk masuk ke kawasan pulau terpencil pun ditunaikan kontrol suhu terutama dahulu.

Jadi tak harus khawatir jikalau kamu memiliki rencana untuk liburan ke Labuan Bajo di dalam saat dekat. Tapi ingat, selamanya patuhi protokol kebugaran baik di bandara, destinasi wisata maupun hotel demi keamanan bersama.
Untuk sadar tips dan siasat berwisata sepanjang pandemi, simak infografis di bawah ini:

2. Cara ke Labuan Bajo
Ada sebagian alternatif langkah untuk menuju Labuan Bajo, baik dari Jakarta atau dari Bali. Penerbangan langsung dari Jakarta ke Labuan Bajo menempuh saat sepanjang tidak cukup lebih 2,5 jam. Sedangkan penerbangan dari Bali berdurasi sekitar satu jam. Salah satu langkah lain ke Labuan Bajo bersama pilihan saat yang lebih banyak adalah bersama manfaatkan kapal penyeberangan atau bis dari Lombok.
Dari JakartaDari Bali
Maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ke Komodo International Airport, Labuan Bajo (LBJ) antara lain: Garuda Indonesia, Citilink, dan juga Batik Air. Durasi penerbangan sekitar 2 jam 30 menit. Harga tiket jadi dari Rp1.787.148 PP.

3. Transportasi antar pulau
Agar mimpimu memandang Komodo secara langsung, perihal pertama yang harus kamu laksanakan adalah mencari kapal yang bakal membawamu menyeberang ke pulau-pulau eksotis di sekitar Labuan Bajo!
Berhubung pulau-pulau selanjutnya lokasinya agak terpencil dan lumayan berjauhan, kami sih menganjurkan untuk coba menyita paket liveaboard experience (bermalam di atas kapal sembari berlayar dari satu pulau ke pulau lainnya) yang banyak di tawarkan oleh sebagian tour operator.

TripCanvas Tip: Kenapa kami menganjurkan untuk coba liveaboard experience ketimbang day trip (pulang hari)? Alasan utamanya, gara-gara jikalau kamu menyita paket day trip, maka di tiap destinasi kamu bakalan dikejar-kejar waktu, gara-gara perjalanan bersama kapal lumayan menyita banyak saat sendiri. Bisa-bisa kamu cuma bisa menghabiskan 30 menit saja di tiap pulau. Sayang banget, kan?

3a. Mengarungi lautan bersama kapal pinisi: Sea Safari VII
Jika ditanya, “Apa perihal paling berkesan dari Labuan Bajo tak sekedar keindahan lanskap dan alamnya?” Maka kami tak bakal ragu menjawab: Sea Safari VII – sebuah kapal pinisi nan megah bersama layar terkembang ikonik berwarna biru tua yang elegan.

Photo Via TripCanvas
Kami menguntungkan sempat merasakan pengalaman liveaboard di kapal mewah yang punyai 14 kabin (untuk 28 orang) berfasilitas lengkap ini. Bukan cuma sarana lengkap layaknya kamar mandi pribadi bersama air hangat dan juga AC di tiap tiap kamarnya, di sini kamu termasuk bakal mendapatkan restoran, upper deck bersama day bed untuk memandang milky way di malam hari, lounge sekaligus area karaoke, working area, hingga outdoor jacuzzi!

Photo Via TripCanvas
Namun tak sekedar seluruh kemewahan tersebut, yang memicu liveaboard experience di Sea Safari VII ekstra istimewa adalah kehadiran para staf dan kru kapal yang benar-benar ramah dan helpful (apresiasi yang setinggi-tingginya pada sang juru masak, Chef Suwandi, yang tak pernah gagal memanjakan kami bersama bermacam makanan lezat!).

Photo Via TripCanvas
Atmosfer sepertii di tempat tinggal sendiri itulah yang memicu petualangan island-hopping sepanjang 3 hari 2 malam dari satu pulau ke pulau lain sama sekali tak jadi membosankan atau melelahkan.
Takut tinggal di atas kapal berhari-hari di musim pandemi layaknya ini? Tenang, penerapan protokol kebugaran di sini lumayan baik kok. Bahkan kamu harus bersihkan tangan bersama hand sanitizer sebelum akan naik ulang ke atas kapal tiap tiap kali habis turun ke darat/air.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.